nurhadisetia

nurhadisetiaWordPress.com site


Tinggalkan komentar

CARA MENGINTAL LINUX DEBIAN 6

Cara Menginstal Linux Debian

Cara menginstal linux Debian ini mudah karena Anda tidak mengikuti langkah-langkah di bawah ini yang disertai juga dengan screenshot.

1. Nyalakan komputer dan masukkan CD installer sistem operasi Linux Debian.
2. Ubah first boot device pada BIOS menjadi CD-ROM.
3. Tekan enter untuk masuk ke boot Debian.

instalas%20debian%201 Cara Menginstal Linux Debian

4. Lalu pilih bahasa yang akan digunakan, kita pilih yang Indonesia, lalu enter.

instalasi%20debian%202 Cara Menginstal Linux Debian

5. Selanjutnya muncul pilih layout keyboard, kita pilih yang Inggris Amerika, lalu enter.

instalasi%20debian%203 Cara Menginstal Linux Debian

6. Setelah itu tunggu proses deteksi hardware untuk penggerak CD-ROM.

instalasi%20debian%204 Cara Menginstal Linux Debian

7. Selanjutnya muncul deteksi hardware jaringan, kita pilih yang tanpa kartu Ethernet, lalu enter.

instalasi%20debian%205 Cara Menginstal Linux Debian

8. Setelah itu akan muncul mengkonfigurasi jaringan, lalu pilih teruskan,kemudian pilih untuk melanjutkan proses instalasi.

instalasi%20debian%206 Cara Menginstal Linux Debian

9. Setelah itu isi nama host untuk sistem ini, contohnya latief, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%207 Cara Menginstal Linux Debian

10. Setelah itu tunggu proses untuk memulai program pemartisi harddisk.

instalasi%20debian%208 Cara Menginstal Linux Debian

11. Selanjutnya muncul partisi harddisk, kita pilih terpadu gunakan seluruh harddisk, lalu enter.

instalasi%20debian%209 Cara Menginstal Linux Debian
12. Selanjutnya muncul pilih harddisk yang akan dipartisi, lalu enter.

instalasi%20debian%2010 Cara Menginstal Linux Debian

13. Muncul pola partisi, pilih yang pertama, lalu enter.

instalasi%20debian%2011 Cara Menginstal Linux Debian

14. Setelah itu muncul panduan tentang proses partisi pilih yang kedua, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2012 Cara Menginstal Linux Debian

15. Selanjutnya tuliskan perubahan yang terjadi pada harddisk, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2013 Cara Menginstal Linux Debian

16. Setelah itu muncul mengkonfigurasi zona waktu, pilih zona waktu yang sesuai dengan zona waktu anda, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2014 Cara Menginstal Linux Debian

17. Selanjutnya membuat password untuk root, kita tulis sesuai yang kita inginkan, lalu pilih teruskan, lalu tekan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2015 Cara Menginstal Linux Debian

18. Selanjutnya tulis ulang kembali password yang barusan anda buat untuk mengkonfirmasi kebenaran password tersebut, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2016 Cara Menginstal Linux Debian

19. Setelah itu tulis nama lengkap dari pengguna, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2017 Cara Menginstal Linux Debian

20. Selanjutnya tulis nama untuk akun anda, contohnya latief lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2018 Cara Menginstal Linux Debian

21. Setelah itu masukan password untuk pengguna baru, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2019 Cara Menginstal Linux Debian

22. Lalu masukan kembali password untuk mengkonfrmasi kebenaran password, lalu pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2020 Cara Menginstal Linux Debian

23. Setelah itu tunggu proses memasang sistem dasar.

instalasi%20debian%2021 Cara Menginstal Linux Debian

24. Setelah itu muncul jendela gunakan suatu jaringan cermin, kita pilih tidak, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2022 Cara Menginstal Linux Debian

25. Setelah itu muncul jendela seperti gambar di bawah ini, kita pilih teruskan dan enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2023 Cara Menginstal Linux Debian

26. Setelah itu tunggu proses memilih dan memasang perangkat lunak.

instalasi%20debian%2024 Cara Menginstal Linux Debian

27. Setelah itu muncul survey penggunaan paket debian, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2025 Cara Menginstal Linux Debian

28. Selanjutnya memilih perangkat lunak yang akan diinstall (sudah tertera), kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2026 Cara Menginstal Linux Debian

29. Selanjutnya memilih resolusi gambar (sudah tertera), kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2027 Cara Menginstal Linux Debian

30. Selanjutnya tunggu proses memasang boot loader GRUB.

instalasi%20debian%2028 Cara Menginstal Linux Debian

31. Selanjutnya memasang boot loader GRUB, kita pilih ya, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2029 Cara Menginstal Linux Debian

32. Setelah itu instalasi selesai, kita pilih teruskan, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2030 Cara Menginstal Linux Debian

33. Setelah proses instalasi selesai, nanti akan muncul tampilan nama pengguna, lalu kita masukan nama pengguna seperti yang kita buat pada saat proses instalasi (latief), lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2031 Cara Menginstal Linux Debian

34. Selanjutnya kita akan diminta untuk memasukan password, kita masukan password sesuai yang kita buat pada saat proses instalasi, lalu enter untuk melanjutkan.

instalasi%20debian%2032 Cara Menginstal Linux Debian

35. Setelah proses instalasi yang begitu lama akhirnya instalasi Debian selesai juga dan Debian siap digunakan oleh anda.

instalasi%20debian%2033 Cara Menginstal Linux Debian


Tinggalkan komentar

Cara Membuat Server Dari Laptop Sendiri

 

Website dimasa sekarang ini bukan hal yang awam bagi setiap orang. Sebuah sarana online yang terdiri dari sebuah Domain (nama atau tanda pengenal untuk sebuah situs atau website “.com, .net, .org, .info dll”) dan Hosting (Media penyimpanan yang bisa di akses dari penjuru dunia baik yang berbayar atau gratis). Jika anda adalah orang yang sedang tertarik untuk membuat website, tutorial ini bisa membantu anda dalam memahami dan mengerti tentang tatacara pembuatan website dengan menggunakan komputer pribadi (PC). Cara ini bisa juga digunakan untuk para netter untuk membuat website “prelauncing” sebelum website sesungguhnya di onlinekan secara keseluruhan  di dunia maya.

 

Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak anda untuk bisa mempraktekkan membuat sebuah webserver yang biasa di kenal dengan sebutan HTTPD [Hypertext Transfer Protocol Deamon] atau HTTP server. HTTP server adalah sebuah service yang bekerja untuk melayani request (permntaan) dari HTTP client (web browser) ke computer server. Tujuan akhir dari tutorial ini adalah agar anda bisa menggunakan webserver anda untuk keperluan  pembuatan website, baik yang berbasis database (menggunakan mysql) atau nondatabase (berupa web statis “biasanya hanya menggunakan html saja”).

Untuk menjadikan  komputer kita menjadi sebuah webserver tidak perlu spsifikasi computer yang supercanggih atau cepat, tetapi adakalanya di butuhkan guna mempepercepat aplikasi yang kita gunakan. Untuk memulai menjadikan komputer pribadi kita menjadi sebuah webserver kita bisa menggunakan software free (software gratis) berupa :

Appserv (AppservNetwork) bisa anda Download di situsnya :
http://www.appservnetwork.com
XAMPP Bisa anda download di situsnya :
http://www.apachefriends.org/en/xampp.html

Kedua software ini sama, fungsinya adalah untuk bisa menjadikan komputer pribadi kita menjadi Web Server yang nantinya kita gunakan untuk hosting berbasis Apache yang digunakan untuk menampilkan website di localhost. PHP ( PHP adalah bahasa pemrograman berupa script (text) yang dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks (perintah) yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan oleh server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasildari pemrosesan di server ) dan MySQL (adalah database “bankdata” yang sering digunakan dalam kombinasi sistem yang menggunakan interface PHP) dapat bekerja sama dengan banyak web server. Salah satu web server yang dikenal dan sudah terbukti ketangguhan serta konektifitasnya dengan PHP dan MySQL, adalah Apache. Anda bisa menginstall web yang berbasis CMS (Conten Managemen System) seperti WordPress, Joomla, Drupal dll yang databasenya menggunakan Mysql. Apabila Software ini d install d computer anda, maka anda sudah bisa online menggunakan browser anda (IE, Firefox, Google Chrome, Opera dll) tetap secara local atau Localhost. untuk memastikan programnya berjalan anda bisa memanggilnya di browser anda dengan menuliskan “localhost” . jika sudah benar maka di browser akan mnampilkan informasi dari Fasilitas yang ada pada komputer anda mengenai software ini.

Kali in saya akan memberikan tutorial cara menginstall Appserv untuk keperluan Membuat Web Server Pribadi anda. Untuk memulainya pastikan file Installer Appserv sudah ada di komputer yang akan di setting.

1. Installasi Appserv
>> Klik 2x pada file appserv-win32-2.x.x.exe

NEXT
I Agree
 
Pilih Folder untuk Data Penginstallan. Jika menggunakan DeefFreeze sebaiknya folder Appserv di letakkan di bagian Drive yang tidak terdeepfreeze (Misal D:\ E:\ atau F:\. Sebab akan berpengaruh terhadap hasil settinggan website nantinya. (bisa akan hilang atau terreset)
 
Pilih semua fasilitas dan lanjutkan Next
 
Tulis Nama Server (sebaiknya localhost saja biar mudah) dan isikan email (Port biarkan saja port 80) selanjutnya Next
 

Isikan Password untuk User ROOT (Secara default nama master user database adalah ROOT). Isikan passwordnya semisal 123456 atau terserah kamu ( user ROOT dan Password : xxxx akan digunakan padasaat setting Koneksi ke database nantinya.)

Instalasi selesai dan Jalankan Programnya. Jika penginstalan selesai maka secara automatis Apache dan MySql akan dijalankan baik sebelum di restart (komputernya) atau sesudah di restart (sebab akan berjalan automatis pada saat komputer hidup. Untuk memastikan Apache berjalan cek di bagian browser dengan menuliskan localhost di bagian address bar dan enter. Apabila benar akan tampil semacam ini :

Nah selesai sudah penginstallan. Apabila anda ingin membuat sebuah website sample anda tinggal meletakkan (membuat folder) di folder “www” pada direktori “Appserv” anda. >> C:\AppServ\www
 
Semisal kita akan membuat website dengan nama donaalfian.com, anda cukup membuat folder “donaalfian” di folder “www”. >> C:\AppServ\www\donaalfian . untuk mengecek anda tinggal menuliskan alamat di browser (Address Bar) >> “localhost/donaalfian” dan enter. Jika benar di browser anda akan tampil seperti ini :
Karena belum terisi file-file website maka tampilan akan seperti diatas. Sepertinya Tutorial Cara membuat Webserver ini saya sudahi dulu, sebab saya akan membuat tutorial Kelanjutan atau Tutorial Sesi 2 dalam Cara membuat  Website di Localhost*Updated. ada beberapa CMS yang nanti saya akan ajarkan diantaranya : WordPress, Joomla, dan juga saya akan memberikan tutorial tentang pembuatan website dengan html serta PHP. Apabila anda masih bingung tentang pembuatan Webserver ini silahkan tuliskan Komentar, pertanyaan, atau masukan untuk Tutorial diatas.

sumber : http://www.donaalfian.com


Tinggalkan komentar

Merancang Web Database untuk Content Server

 

BAB 1

 

Pengertian Data dan Informasi

 

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.

 

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui

 

BAB  2

                              

Pengertian Basis data ( database )

  • Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
  • Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
  • Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
  • Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
  • Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
  • Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
  • Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

Elemen Basis Data

  • Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
  • Contoh entitas : Seseorang yang menjadi siswa di sebuah sekolah.
  • contoh lainya : barang yang menjadi inventaris suatu perusahaan
  • siswa merupakan entitas
  • barang juga di sebut entitas
  • Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu.
  • sedangkan atribut adalah bagian dari entitas
  • siswa memiliki atribut :
  • no siswa
  • alamat siswa
  • barang memiliki atribut :
  • no barang
  • harga barang
  • Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.
  • File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
  • Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi

BAB  3

Hirarki Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi

Pembahasan

Secara sederhana banyak perusahaan mengkoordinasikan atau mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki pendek yang hanya terdiri dari elemen (transaksi), record (catatan), file (satuan khusus penyimpanan). Adapun pengertian dari 3 bagian hirarki sederhana tersebut yaitu :

Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.

Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.

File / Table  menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.

Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.

Sebagai tambahan 3 hirarki sederhana tersebut kita mengenal namanya database yang merupakan kumpulan data secara penuh dari seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ

BAB  4

 

 

Perancangan Database

 

Di dalam suatu organisasi yang besar, sistem database merupakan bagian penting pada sistem informasi, karena di perlukan untuk mengelola sumber informasi pada organisasi tersebut.   Untuk mengelola sumber informasi tersebut yang pertama kali di lakukan adalah merancang suatu sistem database agar informasi yang ada pada organisasi tersebut dapat digunakan secara maksimal.

 

Tujuan Perancangan Database

Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi

Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti  oleh pengguna

Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek kinerja dari suatu sistem database

 

Berikut ini siklus kehidupan sistem informasi di mana terdapat siklus kehidupan sistem database.

 

Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle )

 

Tahapan – tahapan Pembuatan Database

Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan sistem informasi yaitu :

Analisa Kelayakan

Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan  areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.

 Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna

Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.

Perancangan

Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :  perancangan sistem database dan  sistem aplikasi

Implementasi

Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada

Pengujian dan Validasi

Pengujian dan validasi sistem database  dengan kriteria kinerja yang diinginkan  oleh pengguna.

Pengoperasian dan Perawatan

Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan sistem

Siklus Keh idupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )

Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi database yaitu :

Pendefinisian Sistem

Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya.

Perancangan Database

Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.

Implementasi Database

Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong  serta implementasi aplikasi software.

Pengambilan dan Konversi Data

Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika  ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya.

Konversi Aplikasi

Software-software  aplikasi dari  sistem database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru

Pengujian dan Validasi

Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya

Pengoperasian

Pengoperasian database sistem dan aplikasinya

Pengawasan dan Pemeliharaan

Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software

 

Proses Perancangan Database

 

Ada 6 tahap  untuk proses perancangan suatu database :

1. Pengumpulan data dan analisis

2. Perancangan database secara konseptual

3. Pemilihan sistem manajemen database

4. Perancangan database secara logika

5. Perancangan database secara fisik

6. Implementasi sistem database

 

 

                                        Struktur dan                        Aplikasi

     Isi Data                               Database

                           

Tahap 1

Analisis dan Pengumpulan kebutuhan pengguna

Pengumpulan data

Pengumpulan Pemrosesan

 

 

 

Tahap 2

Perancangan

Konseptual

Perancangan Konseptual skema

Perancangan Transaksi dan Aplikasi

 

 

Tahap 3

Pemilihan Sistem Manajemen Database

 

Tahap 4

Perancangan

Logik

Perancangan Konseptual dan Eksternal skema

Seberapa Batasan Kinerjanya

 

 

 

Tahap 5

Perancangan

Fisik

Skema internal

 

 

 

Tahap 6

Implementasi

Perintah DDL

Perintah SDL

Implementasi transaksinya

 

Gambar 1: Tahap perancangan database untuk database yang berukuran besar

 

 

Keterangan :

Secara khusus proses perancangan berisikan 2 aktifitas paralel. Aktifitas yang pertama melibatkan perancangan dari isi data dan struktur database, sedangkan aktifitas kedua mengenai perancangan pemrosesan database dan aplikasi–aplikasi perangkat lunak.

 

Dua aktifitas ini saling berkaitan , misalnya mengidentifikasi data item yang akan disimpan dalam database dengan cara menganalisa aplikasi–aplikasi database. Dua aktifitas ini juga saling mempengaruhi satu sama lain. Contohnya tahap perancangan database secara fisik, pada saat memilih struktur penyimpanan dan jalur akses dari file suatu database dimana bergantung dengan aplikasi–aplikasi yang akan menggunakan file tersebut.

Penentuan perancangan aplikasi–aplikasi database yang mengarah ke konstruksi skema database telah ditentukan selama aktifitas pertama.

Ke-enam tahap yang telah disebutkan sebelumnya dapat di proses secara tidak berurutan . Dalam beberapa hal, dapat dilakukan modifikasi perancangan kembali ke tahap yang pertama (feedback loop) setelah melakukan tahap selanjutnya.

 

Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis

Sebelum merancang suatu database, yang harus dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis. Untuk menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database. Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya, kebutuhan–kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.

 

Kegiatan pengumpulan data dan analisis :

  Menentukan kelompok pemakai dan areal bidang aplikasinya.

Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan menspesifikasikannya.

  Peninjauan dokumentasi yang ada.

Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap pengumpulan data dan proses spesifikasi

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan pemrosesan.

Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci.

Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan angket yang telah dibuat sebelumnya.

Pengumpulan respon dari angket dan daftar pertanyaan berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam berbagai aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para pengguna  dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan prioritas.

 

Teknik  yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal :

OOA ( Object Oriented Analysis )

DFD ( Data Flow Diagram )

HIPO ( Hierarchical Input Process Output )

SADT ( Structured Analysis & Design )

 

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .

 

Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual  :

      Perancangan skema konseptual :

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan– kebutuhan pemakai  terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1, dimana

tujuan dari proses perancangan skema konseptual adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian  semantik, keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual dengan menggunakan model  data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem manajemen database

 

Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :

Terpusat

Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.

Integrasi view–view yang ada

Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal  ( view ) kemudian view – view tersebut disatukan  ke dalam sebuah skema konseptual.

 

Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :

Top down

Bottom Up

Inside Out

Mixed

 

 

 

Transaksi

Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll.

 

Tahap 3 :  Pemilihan Sistem Manajemen Database

Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi

 

Faktor Teknik :

Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional )

Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database

Tipe interface dan programmer

Tipe bahasa queri

 

Faktor Ekonomi :

Biaya penyiadaan hardware dan software

Biaya konversi pembuatan database

Biaya personalia

Biaya pelatihan

Biaya pengoperasian

Biaya pemeliharaan

 

Faktor Organisasi :

Struktur data

    Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan.

Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu

    Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.

Ketersediaan dari service vendor

    Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.

 

Tahap 4 :  Perancangan database secara logika  ( Transformasi model data )

Transformasi dari skema konseptual dan eksternal  ( Tahap 2 ) ke model data sistem manajemen database yang terpilih, ada dua proses yaitu :

Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau hal– hal  khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database

Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang spesifik, di lakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih

 

Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap.

 

Tahap 5 :  Perancangan Database Secara Fisik

Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik dan pengaksesan file– file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di bermacam–macam aplikasi

Kriteria pemilihan perancangan fisik :

Waktu respon

Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon

Penggunaan ruang penyimpanan

Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya

Terobosan yang dilakukan file transaksi

(Transaction troughput )

Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi

Apabila waktu respon dari database tidak mencapai optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan denormalisasi.

 

Denormalisasi

 

Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.

 

Proses denormalisasi termasuk :

Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join

Mereplikasi/menduplikat data pada tabel

 

 

Tahap 6 :  Implementasi

Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih, untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong

 

 

Studi Kasus :

 

Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 4.

 

1.    Suatu perusahaan terdiri atas bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi . Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang memimpin bagian tersebut.

Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana masing–masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi .

Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek . Untuk setiap pegawai yang bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu . Seorang pegawai mempunyai nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta supervisor / penyelia langsung.  Pegawai juga mempunyai tanggungan yang terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai.

 

 

 

BAB  5

Model-Model Database

 

Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional, berorientasi objek, dan multidimensional.

 

Database Hierarkis

Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi).

 

contoh database hierarkis

Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.

 

Database Jaringan

Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent.

Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.

 

contoh database jaringan

Database Relasional

Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.

 

contoh database relasional

Cara kerja database relasional:

Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.

 

Database Berorientasi Objek

Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional.

Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain.  Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.

Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan sebagainya

 

Database Multidimensial

Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.

Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay

 

 

BAB  6

 

-  Tujuan Pemanfaatan Basis Data

1.Kecepatan dan kemudahan

Bisa menyimpan data,mengedit, dan menampilkan kembali data.

2.Efisiensi ruang penyimpanan

Melakukan penekanan terhadap Redudancy (pengulangan)

3.Keakuratan

Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu.

4.Ketersediaan

Agar dapat di akses oleh setiap pengguna yang membutuhkan

5.Kelengkapan

Agar lengkap baik relative terhadap kenutuhan pemakai dengan menambahkan field-field baru atau tambah table baru.

6.Keamanan

Agar data rahasia tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berwenang dengan adanya username dan password.

7.Kebersamaan

Mendukung lingkungan Multiuser ( banyak user) sehingga tidak terjadi inkonsistensi dan deadlock.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

1.http://flashnet.forumotion.com/t43-pengertian-data-dan-informasi

2.http://krida85.wordpress.com/2008/04/16/pengertian-basis-data/

3.http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&      cd=2&cts=1331276462621&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fmurni_rk.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5842%2Fperanca

4. http://rizwanpanda.wordpress.com/2011/03/14/tujuan-pemanfaatan-basis-data/

5. http://arianuspa

Merancang Web Database untuk Content Server

BAB 1

 

Pengertian Data dan Informasi

 

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.

 

Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.

Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.

Jika jam kerja setiap karyawan kemudian dikalikan dengan nilai per-jam, maka akan dihasilkan suatu nilai tertentu. Jika gambaran penghasilan setiap karyawan kemudian dijumlahkan, akan menghasilkan rekapitulasi gaji yang harus dibayar oleh perusahaan. Penggajian merupakan informasi bagi pemilik perusahaan. Informasi merupakan hasil proses dari data yang ada, atau bisa diartikan sebagai data yang mempunyai arti. Informasi akan membuka segala sesuatu yang belum diketahui

 

BAB  2

                              

Pengertian Basis data ( database )

  • Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
  • Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.
  • Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
  • Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
  • Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
  • Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
  • Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

Elemen Basis Data

  • Entitas adalah sekumpulan objek yang terdefinisikan yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan satu dengan lainnya. Objek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian.
  • Contoh entitas : Seseorang yang menjadi siswa di sebuah sekolah.
  • contoh lainya : barang yang menjadi inventaris suatu perusahaan
  • siswa merupakan entitas
  • barang juga di sebut entitas
  • Atribut adalah deskripsi data yang bisa mengidentifikasi entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas yang lain. Seluruh atribut harus cukup untuk menyatakan identitas obyek, atau dengan kata lain, kumpulan atribut dari setiap entitas dapat mengidentifikasi keunikan suatu individu.
  • sedangkan atribut adalah bagian dari entitas
  • siswa memiliki atribut :
  • no siswa
  • alamat siswa
  • barang memiliki atribut :
  • no barang
  • harga barang
  • Data Value (Nilai Data) : Data Value adalah data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data, elemen, atau atribut. Atribut nama pegawai menunjukan tempat dimana informasi nama karyawan disimpan, nilai datanya misalnya adalah Anjang, Arif, Suryo, dan lain-lain yang merupakan isi data nama pegawai tersebut.
  • File/Tabel : Kumpulan record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama, atribut yang sama, namun berbeda nilai datanya.
  • Record/Tuple : Kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi

BAB  3

Hirarki Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.
Dalam pokok bahasan Manajemen Pengetahuan, data dicirikan sebagai sesuatu yang bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dia sekedar ada dan tidak memiliki signifikansi makna di luar keberadaannya itu. Dia bisa muncul dalam berbagai bentuk, terlepas dari apakah dia bisa dimanfaatkan atau tidak.
Menurut berbagai sumber lain, data dapat juga didefinisikan sebagai berikut:
• Menurut kamus bahasa inggris-indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta
• Dari sudut pandang bisnis, data bisnis adalah deskripsi organisasi tentang sesuatu (resources) dan kejadian (transactions)yang terjadi
• Pengertian yang lain menyebutkan bahwa data adalah deskripsi dari suatu kejadian yang kita hadapi

Pembahasan

Secara sederhana banyak perusahaan mengkoordinasikan atau mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki pendek yang hanya terdiri dari elemen (transaksi), record (catatan), file (satuan khusus penyimpanan). Adapun pengertian dari 3 bagian hirarki sederhana tersebut yaitu :

Field (medan) menyatakan data terkecil yang memiliki makna. Istilah lain untuk field yaitu elemen data, kolom item, dan atribut. Contoh field yaitu nama seseorang, jumlah barang yang dibeli, dan tanggal lahir seseorang.

Record (rekaman) menyatakan kumpulan dari sejumlah elemen data yang saling terkait. Sebagai contoh, nama, alamat, tanggal lahir, dan jenis kelamin dari seseorang menyusun sebuah record. Istilah lain yang juga menyatakan record yaitu tupel dan baris.

File / Table  menghimpun sejumlah record. Sebagai contoh, data pribadi dari semua pegawai disimpan dalam sebuah tabel.

Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Sebagai contoh, basis data akademis mengandung tabel-tabel yang berhubungan dengan data mahasiswa, data jurusan, data mata kuliah, data pengambilan mata kuliah pada suatu semester, dan nilai yang diperoleh mahasiswa.

Sebagai tambahan 3 hirarki sederhana tersebut kita mengenal namanya database yang merupakan kumpulan data secara penuh dari seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan.
Kesimpulannya yang bisa kita tarik adalah semuanya adalah pencatatan-pencataan kecil perusahaan yang digabung dari segala macam aktifitas yang ada, kemudian disajikan dalam bentuk database secara lebih besar, ataupun file sebagai alat sederhana untuk dapat melihat secara khusus/spesifik data apa saja yang terkumpul, misala file pembelian atau file yang berisikan gudang.
Penyimpanan data ini juga memilki backup-an atau sekunder use,dengan SASD (Penyimpanan berurutan) dan DASD (Penyimpanan akses langsung) untuk mencegah hilangnya data yang sebenarnya ada, tetapi belum dilakukan penyimpanan, atau pun adanyakejadian yang tidak terduga
Penyimpanan berurutan (sequential) atau SASD adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan ke-2 diproses pada urutan yang ke-2 dan seterusnya sampai file penuh. Penyimpanan akses langsung suatu penyimpanan yang memungkinkan mekanisme bacaan atau tulisan dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urutan.
Pemrosesan data ada 2 cara, anda dapat menjalankan setiap transaksi secara terpisah, atau anda dapat menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila transaksi diprosses secara terpisah, hal tersebut dikenal dengan istilah online processing (pemrossesan online). Sedangkan pemrosesaan transaksi seringkali digunakan tetapi ini akan menjadi rancu, karena istilah tersebut juga di gunakan untuk menjelasakan aplikasi pemrosesan data. Untuk menghindari kerancuan tersebut anda dapat menggunakan istilah pemrosesan online.
Konsep Dasar Database
FieldØ
1. Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
2. Field merupakan unit terkecil dari data yang berarti(meaningful data) yang disimpan dalam suatu file atau basis data.
RecordØ
1. Field-field tersebut diorganisasikan dalam record-record
2. Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
3. Selama desain sistem, record akan diklasifikasikan sebagai fixed-length record atau variable-length record.
1. Fixed-length record: tiap instance record punya field, jumlah field, dan ukuran logik yang sama
2. Variable-length record : mengijinkan record-record yang berbeda dalam file yang sama memiliki panjang yang berbeda.
File dan TabelØ
1. Record-record yang serupa diorganisasikan dalam grup-grup yang disebut file. Jadi file merupakan kumpulan semua kejadian dari struktur record yang diberikan.
2. Tabel merupakan ekivalen basis data relasional dari sebuah file.
Keunggulan penerapan konsep database
Independensi program-dataØ
Meminimalkan redundansi dataØ
Meningkatkan konsitensi dataØ
Meningkatkan kemampuan berbagai dataØ
Meningkatkan produktivitas pengembangan aplikasiØ
Meningkatkan pencapaian standarisasiØ
Meningkatkan kualitas dataØ
Meningkatkan tanggapan dan kemudahan akses terhadap dataØ
Mengurangi pemeliharaan programØ
Kelemahan konsep database
Terlalu banyak codingan dari programØ
Sulit dipahamiØ
Jika terjadi kesalahan sulit untuk diperbaikØ

BAB  4

 

 

Perancangan Database

 

Di dalam suatu organisasi yang besar, sistem database merupakan bagian penting pada sistem informasi, karena di perlukan untuk mengelola sumber informasi pada organisasi tersebut.   Untuk mengelola sumber informasi tersebut yang pertama kali di lakukan adalah merancang suatu sistem database agar informasi yang ada pada organisasi tersebut dapat digunakan secara maksimal.

 

Tujuan Perancangan Database

Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari pengguna dan aplikasi

Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti  oleh pengguna

Mendukung kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek kinerja dari suatu sistem database

 

Berikut ini siklus kehidupan sistem informasi di mana terdapat siklus kehidupan sistem database.

 

Siklus Kehidupan Sistem Informasi (Macro Life Cycle )

 

Tahapan – tahapan Pembuatan Database

Tahapan–tahapan yang ada pada siklus kehidupan sistem informasi yaitu :

Analisa Kelayakan

Tahapan ini memfokuskan pada penganalisaan  areal aplikasi yang unggul , mengidentifikasi pengumpulan informasi dan penyebarannya, mempelajari keuntungan dan kerugian , penentuan kompleksitas data dan proses, dan menentukan prioritas aplikasi yang akan digunakan.

 Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan Pengguna

Kebutuhan–kebutuhan yang detail dikumpulkan dengan berinteraksi pada sekelompok pemakai atau pemakai individu. Mengidentifikasikan masalah yang ada dan kebutuhan-butuhan, ketergantungan antar aplikasi, komunikasi dan prosedur laporan.

Perancangan

Perancangan terbagi menjadi dua yaitu :  perancangan sistem database dan  sistem aplikasi

Implementasi

Mengimplementasikan sistem informasi dengan database yang ada

Pengujian dan Validasi

Pengujian dan validasi sistem database  dengan kriteria kinerja yang diinginkan  oleh pengguna.

Pengoperasian dan Perawatan

Pengoperasian sistem setelah di validasi disertai dengan pengawasan dan perawatan sistem

Siklus Keh idupan Aplikasi Database ( Micro Life Cycle )

Tahapan yang ada pada siklus kehidupan aplikasi database yaitu :

Pendefinisian Sistem

Pendefinisian ruang lingkup dari sistem database, pengguna dan aplikasinya.

Perancangan Database

Perancangan database secara logika dan fisik pada suatu sistem database sesuai dengan sistem manajemen database yang diinginkan.

Implementasi Database

Pendefinisian database secara konseptual, eksternal dan internal, pembuatan file–file database yang kosong  serta implementasi aplikasi software.

Pengambilan dan Konversi Data

Database ditempatkan dengan baik, sehingga jika  ingin memanggil data secara langsung ataupun merubah file–file yang ada dapat di tempatkan kembali sesuai dengan format sistem databasenya.

Konversi Aplikasi

Software-software  aplikasi dari  sistem database sebelumnya di konversikan ke dalam sistem database yang baru

Pengujian dan Validasi

Sistem yang baru telah di test dan di uji kinerja nya

Pengoperasian

Pengoperasian database sistem dan aplikasinya

Pengawasan dan Pemeliharaan

Pengawasan dan pemeliharaan sistem database dan aplikasi software

 

Proses Perancangan Database

 

Ada 6 tahap  untuk proses perancangan suatu database :

1. Pengumpulan data dan analisis

2. Perancangan database secara konseptual

3. Pemilihan sistem manajemen database

4. Perancangan database secara logika

5. Perancangan database secara fisik

6. Implementasi sistem database

 

 

                                        Struktur dan                        Aplikasi

     Isi Data                               Database

                           

Tahap 1

Analisis dan Pengumpulan kebutuhan pengguna

Pengumpulan data

Pengumpulan Pemrosesan

 

 

 

Tahap 2

Perancangan

Konseptual

Perancangan Konseptual skema

Perancangan Transaksi dan Aplikasi

 

 

Tahap 3

Pemilihan Sistem Manajemen Database

 

Tahap 4

Perancangan

Logik

Perancangan Konseptual dan Eksternal skema

Seberapa Batasan Kinerjanya

 

 

 

Tahap 5

Perancangan

Fisik

Skema internal

 

 

 

Tahap 6

Implementasi

Perintah DDL

Perintah SDL

Implementasi transaksinya

 

Gambar 1: Tahap perancangan database untuk database yang berukuran besar

 

 

Keterangan :

Secara khusus proses perancangan berisikan 2 aktifitas paralel. Aktifitas yang pertama melibatkan perancangan dari isi data dan struktur database, sedangkan aktifitas kedua mengenai perancangan pemrosesan database dan aplikasi–aplikasi perangkat lunak.

 

Dua aktifitas ini saling berkaitan , misalnya mengidentifikasi data item yang akan disimpan dalam database dengan cara menganalisa aplikasi–aplikasi database. Dua aktifitas ini juga saling mempengaruhi satu sama lain. Contohnya tahap perancangan database secara fisik, pada saat memilih struktur penyimpanan dan jalur akses dari file suatu database dimana bergantung dengan aplikasi–aplikasi yang akan menggunakan file tersebut.

Penentuan perancangan aplikasi–aplikasi database yang mengarah ke konstruksi skema database telah ditentukan selama aktifitas pertama.

Ke-enam tahap yang telah disebutkan sebelumnya dapat di proses secara tidak berurutan . Dalam beberapa hal, dapat dilakukan modifikasi perancangan kembali ke tahap yang pertama (feedback loop) setelah melakukan tahap selanjutnya.

 

Tahap 1 : Pengumpulan data dan analisis

Sebelum merancang suatu database, yang harus dilakukan adalah mengetahui dan menganalisis apa yang diinginkan dari pengguna aplikasi, sehingga proses ini disebut pengumpulan data dan analisis. Untuk menspesifikasikan kebutuhan yang pertama kali dilakukan adalah mengidentifikasi bagian lain di dalam sistem informasi yang berinteraksi dengan sistem database. Termasuk pengguna yang baru atau yang sudah lama juga aplikasinya, kebutuhan–kebutuhan tersebut dikumpulkan dan di analisa.

 

Kegiatan pengumpulan data dan analisis :

  Menentukan kelompok pemakai dan areal bidang aplikasinya.

Pengguna yang menguasai aplikasi yang lama dari setiap bagian dipilih untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan menspesifikasikannya.

  Peninjauan dokumentasi yang ada.

Dokumen yang berhubungan dengan aplikasi yang akan dibuat dipelajari dan dianalisa, sedangkan dokumen lainnya seprti kebijakan manual, form, laporan–laporan dan bagan-bagan organisasi diuji dan ditinjau kembali untuk mengetahui apakah dokumen tersebut berpengaruh terhadap pengumpulan data dan proses spesifikasi

Analisa lingkungan operasi dan kebutuhan pemrosesan.

Lingkungan operasional yang sekarang dan informasi yang direncanakan akan di gunakan dipelajari, termasuk menganalisa jenis–jenis dari transaksi dan frekuensi transaksinya seperti halnya alur informasi dengan sistem. Input dan output data untuk transaksi tersebut harus diperinci.

Pengumpulan respon terhadap daftar pertanyaan dan angket yang telah dibuat sebelumnya.

Pengumpulan respon dari angket dan daftar pertanyaan berisikan prioritas para pengguna dan penempatan mereka di dalam berbagai aplikasi. Ketua kelompok mungkin akan ditanya untuk membantu para pengguna  dalam memberikan informasi yang penting dan menentukan prioritas.

 

Teknik  yang digunakan dalam penspesifikasian kebutuhan secara formal :

OOA ( Object Oriented Analysis )

DFD ( Data Flow Diagram )

HIPO ( Hierarchical Input Process Output )

SADT ( Structured Analysis & Design )

 

Tahap 2 : Perancangan database secara konseptual

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menghasilkan skema konseptual untuk databse yang tidak tergantung pada sistem manajemen database yang spesifik. Penggunaan model data tingkat tinggi seperti ER/EER sering digunakan didalam tahap ini. Di dalam skema konseptual dilakukan perincian aplikasi–aplikasi database dan transaksi–transaksi yang diketahui .

 

Ada dua kegiatan di dalam perancangan database secara konseptual  :

      Perancangan skema konseptual :

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan mengecek tentang kebutuhan– kebutuhan pemakai  terhadap data yang dihasilkan dari tahap 1, dimana

tujuan dari proses perancangan skema konseptual adalah menyatukan pemahaman dalam struktur database, pengertian  semantik, keterhubungan dan batasan-batasannya, dengan membuat sebuah skema database konseptual dengan menggunakan model  data ER/EER tanpa tergantung dengan sistem manajemen database

 

Ada dua pendekatan perancangan skema konseptual :

Terpusat

Kebutuhan–kebutuhan dari aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda digabungkan menjadi satu set kebutuhan pemakai kemudian dirancang menjadi satu skema konseptual.

Integrasi view–view yang ada

Untuk masing–masing aplikasi atau kelompok–kelompok pemakai yang berbeda dirancang sebuah skema eksternal  ( view ) kemudian view – view tersebut disatukan  ke dalam sebuah skema konseptual.

 

Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :

Top down

Bottom Up

Inside Out

Mixed

 

 

 

Transaksi

Merancangan karakteristik dari transaksi–transaksi yang akan di implementasikan tanpa tergantung dengan DBMS yang telah dipilih. Transaksi–transaksi ini digunakan untuk memanipulasi database sewaktu diimplementasikan . Pada tahap ini diidentifikasikan input, output dan fungsional . Transaksi ini antara lain : retrieval, update dan delete, select dll.

 

Tahap 3 :  Pemilihan Sistem Manajemen Database

Pemilihan sistem manajemen database ditentukan oleh beberapa faktor a.l : Teknik, Ekonomi, dan Politik Organisasi

 

Faktor Teknik :

Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional )

Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database

Tipe interface dan programmer

Tipe bahasa queri

 

Faktor Ekonomi :

Biaya penyiadaan hardware dan software

Biaya konversi pembuatan database

Biaya personalia

Biaya pelatihan

Biaya pengoperasian

Biaya pemeliharaan

 

Faktor Organisasi :

Struktur data

    Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan.

Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu

    Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan sautu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.

Ketersediaan dari service vendor

    Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.

 

Tahap 4 :  Perancangan database secara logika  ( Transformasi model data )

Transformasi dari skema konseptual dan eksternal  ( Tahap 2 ) ke model data sistem manajemen database yang terpilih, ada dua proses yaitu :

Transformasi yang tidak tergantung pada sistem, pada tahap ini transformasi tidak mempertimbangkan karakteristik yang spesifik atau hal– hal  khusus yang akan diaplikasikan pada sistem manajemen database

Penyesuaian skema ke sistem manajemen database yang spesifik, di lakukan suatu penyesuaian skema yang dihasilkan dari tahap 1 untuk dikonfirmasikan pada bentuk implementasi yang spesifik dari suatu model data seperti yang digunakan oleh sistem manajemen database yang terpilih

 

Hasil dari tahap ini dituliskan dengan perintah DDL ke dalam bahasa sistem manajemen database terpilih. Tapi jika perintah DDL tersebut termasuk dalam parameter–parameter perancangan fisik , maka perintah DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan database secara fisik telah lengkap.

 

Tahap 5 :  Perancangan Database Secara Fisik

Proses pemilihan struktur penyimpanan yang spesifik dan pengaksesan file– file database untuk mencapai kinerja yang terbaik di bermacam–macam aplikasi

Kriteria pemilihan perancangan fisik :

Waktu respon

Waktu transaksi database selama eksekusi untuk menerima respon

Penggunaan ruang penyimpanan

Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh database file dan struktur jalur pengaksesannya

Terobosan yang dilakukan file transaksi

(Transaction troughput )

Merupakan nilai rata–rata transaksi yang dapat di proses permenit oleh sistem database dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi

Apabila waktu respon dari database tidak mencapai optimalisasi, maka pada tahap perancangan fisik ini dapat dilakukan denormalisasi.

 

Denormalisasi

 

Denormalisasi merupakan proses yang dilakukan pada database yang sudah dinormalisasi, dengan cara memodifikasi struktur tabel dan mengabaikan kerangkapan data (yang terkontrol) untuk meningkatkan kinerja database.

 

Proses denormalisasi termasuk :

Mengkombinasikan tabel-tabel yang terpisah dengan join

Mereplikasi/menduplikat data pada tabel

 

 

Tahap 6 :  Implementasi

Implementasi skema database logik dan fisik ke dalam penyataan DDL dan SDL dari sistem manajemen database yang telah dipilih, untuk digunakan dalam pembuatan file–file database yang masih kosong

 

 

Studi Kasus :

 

Di bawah ini deskripsi mengenai suatu perusahaan yang akan di representasikan dalam database dan buat sesuai dengan proses perancangan database dari tahap 1 s/d tahap 4.

 

1.    Suatu perusahaan terdiri atas bagian–bagian, masing–masing bagian mempunyai nama, nomor bagian dan lokasi . Setiap bagian mempunyai seorang pegawai yang mempunyai seorang pimpinan yang memimpin bagian tersebut.

Setiap bagian mengontrol sejumlah proyek dimana masing–masing proyek mempunyai nama, nomor proyek dan lokasi .

Setiap pegawai menjadi anggota pada salah satu bagian tapi dapat bekerja di beberapa proyek . Untuk setiap pegawai yang bekerja di proyek mempunyai jam kerja per-minggu . Seorang pegawai mempunyai nama, nomor pegawai, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir dan usia serta supervisor / penyelia langsung.  Pegawai juga mempunyai tanggungan yang terdiri atas nama, jenis kelamin dan hubungannya dengan si pegawai.

 

 

 

BAB  5

Model-Model Database

 

Database Management System (DBMS) atau sistem manajemen database dibagi menjadi lima model. Model yang lebih lama diperkenalkan pada tahun 1960-an,yang bersifat hierarkis dan jaringan. Model yang lebih baru bersifat relasional, berorientasi objek, dan multidimensional.

 

Database Hierarkis

Pada database Hierarkis, field atau record diatur dalam kelompok-kelompok yang berhubungan, menyerupai diagram pohon, dengan record child (level lebih rendah) berada di bawah record parent (level yang lebih tinggi).

 

contoh database hierarkis

Database hierarkis merupakan model tertua dan paling sederhana dari kelima model database. Dalam model database ini mengakses atau mengupdate data bisa berlangsung sangat cepat karena hubungan-hubungan sudah ditentukan. Tetapi, karena struktur harus didefinisikan lebih dahulu, maka hal ini cukup riskan. Lagipula menambahkan field baru ke sebuah record database membuat semua database harus didefinisikan kembali. Karena itulah diperlukan model database yang baru untuk menunjukkan masalah pengulangan data dan hubungan data yang kompleks.

 

Database Jaringan

Konsep database jaringan mirip dengan database hierarkis tetapi setiap record child dapat memiliki lebih dari satu record parent. Selanjutnya setiap record child dapat dimiliki oleh lebih dari satu record parent.

Database jaringan pada dasarnya digunakan dengan mainframe, lebih fleksibel disbanding database hierarkis karena ada hubungan yang berbeda antarcabang data. Akan tetapi strukturnya masih harus didefinisikan lebih dahulu. Pengguna harus sudah terbiasa dengan struktur database. Lagipula jumlah hubungan antar-record juga terbatas, dan untuk menguji sebuah field seseorang harus mendapatkan kembali semua record.

 

contoh database jaringan

Database Relasional

Database Relasional bekerja dengan menghubungkan data pada file-file yang berbeda dengan menggunakan sebuah kunci atau elemen data yang umum.

 

contoh database relasional

Cara kerja database relasional:

Elemen-elemen data disimpan dalam tabel lain yang membentuk baris dan kolom. Dalam model database ini data diatur secara logis, yakni berdasarkan isi. Masing-masing record dalam tabel diidentifikasi oleh sebuah field – kunci primer – yang berisi sebuah nilai unik. Karena itulah data dalam database relasional dapat muncul dengan cara yang berbeda dari cara ia disimpan secara fisik pada komputer. Pengguna tidak boleh mengetahui lokasi fisik sebuah record untuk mendapatkan kembali datanya.

 

Database Berorientasi Objek

Model ini menggunakan objek sebagai perangkat lunak yang ditulis dalam potongan kecil yang dapat digunakan kembali sebagai elemen dalam file database. Database berorientasi objek adalah sebuah database multimedia yang bisa menyimpan lebih banyak tipe data dibanding database relasional.

Salah satu model database berorientasi objek adalah database hypertext atau database web, yang memuat teks dan dihubungkan ke dokumen lain.  Model lainnya adalah database hypermedia, yang memuat link dan juga grafis, suara, dan video.

Contoh: database DB2, Cloudscape, Oracle9i dan sebagainya

 

Database Multidimensial

Database Multidimensial (MDA) memodelkan data sebagai fakta, dimensi, atau numerik untuk menganalisis data dalam jumlah besar, tujuannya adalah untuk mengambil keputusan. Database Multidimensial menggunakan bentuk kubus untuk merepresentasikan dimensi-dimensi data yang tersedia bagi seorang pengguna, maksimal empat dimensi.

Contoh: InterSystem Cache, ContourCube, dan Cognoa PowerPlay

 

 

BAB  6

 

-  Tujuan Pemanfaatan Basis Data

1.Kecepatan dan kemudahan

Bisa menyimpan data,mengedit, dan menampilkan kembali data.

2.Efisiensi ruang penyimpanan

Melakukan penekanan terhadap Redudancy (pengulangan)

3.Keakuratan

Agar data sesuai dengan aturan dan batasan tertentu.

4.Ketersediaan

Agar dapat di akses oleh setiap pengguna yang membutuhkan

5.Kelengkapan

Agar lengkap baik relative terhadap kenutuhan pemakai dengan menambahkan field-field baru atau tambah table baru.

6.Keamanan

Agar data rahasia tidak jatuh ke tangan orang yang tidak berwenang dengan adanya username dan password.

7.Kebersamaan

Mendukung lingkungan Multiuser ( banyak user) sehingga tidak terjadi inkonsistensi dan deadlock.

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

 

 

1.http://flashnet.forumotion.com/t43-pengertian-data-dan-informasi

2.http://krida85.wordpress.com/2008/04/16/pengertian-basis-data/

3.http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&      cd=2&cts=1331276462621&ved=0CCYQFjAB&url=http%3A%2F%2Fmurni_rk.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5842%2Fperanca

4. http://rizwanpanda.wordpress.com/2011/03/14/tujuan-pemanfaatan-basis-data/

5. http://arianuspaska.wordpress.com/2011/11/24/hirarki-data-perusahaan/

6. http://amin-aja.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/83-model-model-database/

 

ska.wordpress.com/2011/11/24/hirarki-data-perusahaan/

6. http://amin-aja.students-blog.undip.ac.id/2009/06/24/83-model-model-database/

 


Tinggalkan komentar

Menyembunyikan Drive Komputer

Cara Pertama yaitu dengan menggunakan perintah diskpart
1. Klik Start –> Run –> ketik cmd –> klik OK
2. ketik diskpart –> tekan enter

3. ketik list volume –> tekan enter (untuk melihat list drive yang ada di komputer)

Tentukan Drive yang akan disembunyikan, misalnya disini kita akan menyembunyikan drive D
4. ketik select volume 3 –> tekan Enter
5. ketik remove letter D –> tekan Enter
ketik exit untuk keluar dari diskpart.
(untuk melihat hasilnya cek di my computer, pada beberapa kasus komputer harus di-restart terlebih dahulu).

Untuk Mengembalikan atau menampilkan kembali drive yang disembunyikan, lakukan hal yang sama dari langkah 1 sampai 4
Pada langkah 5 perintahnya diubah menjadi :
ketik assign letter D

Cara kedua yaitu dengan menggunakan perintah gpedit (group policy editor)
1. Klik Start –> Run –> ketik gpedit.msc –>klik OK

2. Klik dua kali User Configuration –> Administrative Templates –> Windows Components –> Windows Explorer –>kemudian pilih Hide these specified drives in my computer di jendela sebelah kanan

Pada Jendela Hide specified drives in My Computer : pilihenable, kemudian tentukan drive yang akan disembunyikan (restrict)

Misalnya disini yang akan disembunyikan adalah drive D, maka pilih Restrict D drive only, kemudian klik Apply –> OK
Cek di My Computer untuk melihat hasilnya.

Untuk menampilkan kembali, lakukan urutan langkah yang sama, kemudian pada Jendela Hide specified drives in My Computer pilih opsi Not Configured –> klik Apply –> OK

Selamat mencoba semoga bermanfaat ..


Tinggalkan komentar

Cara Mengatasi Windows Gagal Booting

 Mungkin kita pernah mengalami windows gagal booting, yaitu pada saat kita menyalakan komputer, ternyata komputer tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Berbagai kegagalan yang biasa terjadi diantaranya adalah : 1. komputer tidak dapat menyala sama sekali 2. komputer bisa menyala tapi tidak sampai ke proses selanjutnya, misalkan hanya sampai logo windows dan gak ada kelanjutannya 3. setelah komputer masuk ke tampilan desktop, langsung restart dan terus berulang-ulang selain dari pada kasus di atas, masih banyak lagi berbagai kegagalan dalam booting dari system operasi windows. Apabila komputer kita mengalami gagal booting, jangan panik dulu… Sebaiknya kita melakukan kilas balik dengan tenang. Maksudnya coba kita ingat kembali apa yang telah kita lakukan pada komputer kita. Apakah telah mengutak-atiknya baik hardware atau software. Kalau kita yakin tidak ngapa-ngapain lanjut pada proses selanjutnya Langkah ini adalah melakukan repair pada windows, dengan cara 1. Nyalakan komputer dan masuk ke bios > ubah urutan boot menjadi first boot from CD > masukkan DVD windows7 ke tempatnya ( ya DVD room lah…. masak di masukkin karung ) 2. Setelah komputer booting dari DVD room pilih repair your komputer 3. Proses selanjutnya, komputer akan bekerja 4. Komputer akan menjalankan proses sejenak, untuk memindai sendiri terhadap sistem instalasi Windows, setelah itu di layar akan tampil beberapa pilihan instalasi yang ingin diperbaiki. Pilih salah satu menu penginstalan Windows yang sesuai dengan kebutuhan kita, dan kemudian klik menu tersebut untuk melanjutkan proses. Jika kebetulan masalah yang terdeteksi di salah satu bagian instalasi Windows, sistem akan mencoba untuk memperbaiki masalahnya secara otomatis. Terserah kepada kita, jika kita ingin membiarkan sistem mencoba untuk memperbaiki sendiri, biarkan saja. Tetapi sebaliknya, apabila kita ingin melakukan pilihan sendiri maka kita pilih No. Setelah kita memilih salah satu opsi recovery yang ada, maka kita akan dihadapkan dengan daftar pilihan yang dapat membantu kita dalam memperbaiki sistem Windows 7 yang rusak. 5. Klik pilihan startup repair dan tunggu ketika proses berjalan sampai selesai. 6. Setelah proses selesai, ubah kembali boot priority menjadi HDD pada setting bios 7. Apa bila langkah diatas tidak bisa mengatasi masalah, maka ulangi proses, lalu pada langkah nomor 5 pilihlah System Restore, dan biarkan proses sampai selesai 8. Apabila dua langkah tersebut masih belum mengatasi masalah ( waduh…. repot banget ya sob… ) lakukanlah jalan terkahir yaitu melakukan install ulang pada windows kita. Sobat maya… rupanya sekian dulu artikel mengenai cara mengatasi windows gagal booting. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba Terima kasih telah menyempatkan waktu berkunjung di blog ini.


Tinggalkan komentar

Tip dan Trik Membuat Desain Web dan Website

Jika anda puas dengan hasil kerja anda membangun atau Desain Website dengan fasilitas template, sudahlah cukup sampai disini. Tetapi jika anda tidak puas dengan apa yang anda buat, dan anda merasa ingin lebih baik, maka anda perlu mengetahui bagaimana Web Designer membangun suatu Desain Website, terlepas anda punya bakat seni atau tidak.

Unik : Dalam membuat karya apapun seorang designer harus mempunyai keunikan atau perbedaaan dari karya orang lain. Begitu pula seorang Web Designer harus dapat membuat sendiri seperti layout, icon, animasi, button, dll.

Komposisi : Seorang Web Designer selalu memperhatikan komposisi warna yang akan digunakan dalam website yang dibuatnya. Pergunakan selalu Palette 216 WebColor, yang dapat diperoleh dari Adobe.com, hal ini untuk mencegah terjadinya dither pada image yang berformat GIF. Dalam membangun dan Desain Web suatu perusahaan, Web Designer selalu menyesuaikan warna yang digunakan dengan Corporate Color perusahaan tersebut.

Simple : Web Designer banyak yang menggunakan prinsip “Keep it Simple¡”, hal ini ditujukan agar tampilan website tersebut terlihat rapi, bersih dan juga informatif.

Semiotik : Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda-tanda. Dalam hal ini diharapkan dengan melihat tanda atau gambar, user/ audience dapat dengan mudah dan cepat mengerti. Sebagai contoh: Jangan membuat gambar/image yang berkesan tombol, padahal itu bukan tombol/ link.

Ergonomis : Web Designer selalu memperhatikan aspek ergonomic dalam sebuah Desain Web. Ergonomi disini adalah dalam hal kenyamanan user dalam membaca dan kecepatan user dalam menelusuri website tersebut. Web Designer memilih ukuran Fonts yang tepat sehingga mudah dibaca, Web Designer menempatkan link sedemikian rupa sehingga mudah dan cepat untuk di akses dan lebih penting lagi adalah Informatif.

Fokus : Tentukan hirarki prioritas dari pesan yang akan disampaikan, misalnya: Judul harus besar, tetapi jangan sampai akhirnya akan konflik dengan subjudul yang berukuran hampir sama. Hal ini akan membingungkan user/audience untuk menentukan pesan mana yang harus lebih dahulu dibaca/ dilihat.

Konsisten : Tentukan font apa yang akan digunakan sebagai Body-text, Judul, Sub Judul dan sebagainya, sehingga website tersebut akan terlihat disiplin dan rapi. Sesuaikan jenis huruf yang digunakan dengan misi dan visi website tersebut, misalnya: hindari menggunakan font Comic dalam membangun website suatu perusahaan resmi.

Demikian beberapa aspek dan prinsip yang digunakan Web Designer dalam membuat website, selebihnya merupakan ekspresi dari pembuat Desain Web itu sendiri yang terwujud dalam penggayaan penyusunan website.

Software-software pembuat suatu website

  • Desain : Untuk membuat desain suatu homepage biasanya para web designer dimulai dengan software ini sebagai tampilan sementara atau dalam membuat layout homepage.
  • Adobe Photoshop : Desain berbasis titik (bitmap)
  • Adobe Image Ready : Memotong gambar-gambar ke dalam format html
  • Adobe Illustrator : Desain berbasis vector
  • CorelDraw : Desain berbasis vector
  • Macromedia Freehand : Desain berbasis vector
  • Efek Desain : Hal ini dilakukan untuk menghidupkan desain yang telah kita rancang. Seperti menambah efek cahaya, textur dan manipulasi teks.
  • Dan banyak lagi software lainnya.


Tinggalkan komentar

cara Instal Printer di Komputer

 

 

Cara Instal Printer di komputer sangatlah gampang. Yang diperlukan tentunya seperangkat komputer dan printer lengkap dengan cd driver kabel data dan kabel power.

Langkah-langkah menginstal printer di Windows berdasar pengalamanku:

- nyalakan komputer tunggu sampai proses booting selesai
– hubungkan kabel data printer dan komputer
– hubungkan kabel power printer

- pastikan kabel terhubung dengan benar, tak perlu takut keliru menghubungkan ujung kabel karena ujung kabel hanya bisa masuk ke lubang tertentu yang sesuai

- masukkan cd driver printer, tunggu sampai terbaca di layar komputer, biasanya akan langsung masuk ke halaman penginstalan, klik tombol Instal, tunggu sampai selesai, nggak lama kok nggak perlu ditingal-tinggal, ikuti saja petunjuknya.

- setelah terinstal sempurna biasanya disuruh restart komputer

- cd bisa dikeluarkan

- untuk mengecek apakah printer benar-benar sudah terinstal, klik Start di pojok bawah layar> klik Control Panel> klik Printers and Other hardware> klik Printers and Faxes, akan tampak ikon sesuai nama jenis printer yang di instal

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.